Minggu, 03 Desember 2017

Korelasi antara Manusia, Budaya dan Industri


Korelasi antara Manusia, Budaya dan Industri
Ilmu Budaya Dasar




BAB I
PENDAHULUAN
1.1    LATAR BELAKANG
                   Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi dalam penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Dengan demikian, industri merupakan bagian dari proses produksi. Bahan-bahan industri diambil secara langsung maupun tidak langsung, kemudian diolah, sehingga menghasilkan barang yang bernilai lebih bagi manusia. Kegiatan proses produksi dalam industri itu disebut dengan perindustrian. Dari definisi tersebut, istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manufaktur. Padahal, pengertian industri sangatlah luas, yaitu menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial. Karena merupakan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam industri berbeda-beda untuk tiap negara atau daerah tergantung pada pola budaya setempat.
                   Pesatnya kemajuan industri tidak dapat di pungkiri merupakan salah satu efek dari pada kemajuan teknologi. Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.
                   Aktifitas manusia yang dinamik dan cenderung berkembang tanpa batas sangat mempengaruhi keadaan lingkungan hidup serta kebudayaan yang dianut sajak lama. Industri yang mengalami laju pertumbuhan relatif cepat merupakan bagian dari teknologi. Potensi industri telah memberikan sumbangan bagi perekonomian Indonesia melalui  barang produk dan jasa yang dihasilkan, namun di sisi lain pertumbuhan industri telah merubah pola budaya masyarakat.
                   Teknologi secara umum berarti keseluruhan peralatan dan prosedur yang terus mengalami penyempurnaan, baik di lihat dari segi pencapaian tujuan maupun proses pelaksanaannya. Teknologi sebagai hasil budaya dari manusia dalam beradaptasi dengan alam sesuai dengan maksud dan tujuan manusia penggunanya. Alhasil teknologi adalah ide-ide manusia dalam mempermudah aktifitas pencapaian tujuan.
                   Pesatnya kemajuan teknologi yang dihasilkan dari hasil budaya manusia, membuat penulis ingit memahami lebih dalam sejauh mana korelasi antara manusia, budaya dan Industri saat ini. Dengan memahami korelasi tersebut, kita sebagai generasi muda dapat berinovasi khususnya dalam konteks Industrialisasi guna mewujudkan penguatan Industri nasional.
1.2     RUMUSAN MASALAH
1.2.1    Bagaimana hubungan antara Manusia dengan Budaya ?
1.2.2    Bagaimana hubungan antara Manusia dengan Industri?
1.2.3    Bagaimana hubungan antara Budaya dengan Industri?

1.3     TUJUAN PENULISAN
1.3.1    Memahami hubungan antara Manusia, Budaya, dan Industri saat ini.
1.3.2    Mengembangkan ide-ide baru dalam konteks Industrialisasi untuk masa yang akan datang
1.3.3    Memahami Irisan-Irisan antara Manusia, Budaya, dan Industri.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1      Definisi Manusia
                  Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
            Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia menurut beberapa ahli:

a.  NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
     Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani      akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
     b.  ABINENO J. I
          Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang       terbungkus dalam tubuh yang fana”.
     c.   UPANISADS
     Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau     badan fisik.
     d.   SOKRATES
     Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan       lebar.
     e.   I WAYAN WATRA
          Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan       karsa.
     e.  OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY
     Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan      manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam           pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
          adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain.
     d.  PAULA J. C & JANET W. K
     Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban            tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola    berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.

            Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai khalifah dibumi dengan dibekali akal pikiran untuk berkarya dimuka bumi. Manusia memiliki perbedaan baik secara biologis maupun rohani. Secara biologis umumnya manusia dibedakan secara fisik sedangkan secara rohani manusia dibedakan berdasarkan kepercayaannya atau agama yang dianutnya. Kehidupan manusia sendiri sangatlah komplek, begitu pula hubungan yang terjadi pada manusia sangatlah luas.

2.2     Definisi Budaya
       Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. 
            Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta, karsa, dan rasa. Definisi budaya dalam pandangan ahli antropologi sangat berbeda dengan pandangan ahli berbagai ilmu sosial lain. Ahli-ahli antropologi merumuskan definisi budaya sebagai berikut:
a.  E.B. Taylor
     Berpendapat bahwa budaya adalah: Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi       pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta          kesanggupan   dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota        masyarakat.
b.  Linton
     Mengartikan budaya dengan:Keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku         yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat           tertentu
c.  Kluckhohn dan Kelly
     berpendapat bahwa budaya adalah: Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis,             baik yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu,        sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia
d.  Koentjaraningrat
     mengatikan budaya dengan: Keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya                        manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan           belajar.
           
       Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

2.2     Definisi Industri dan Industrialisasi
                 Menurut schneider (1993) industri merupakn jaringan yang helainya menjangkau hampir setiap aspek masyarakat, kebudayaan, dan kepribadian. Industri juga merupakan sebuah faktor penting dalam membentuk masalah-masalah sosial yang kompleks.
Kuwartojo dalam Setyawati (2002) mendefenisikan industri sebagai kegiatan untuk menghasilkan barang-barang secara massal, dengan mutu yang bagus untuk kemudian dijual dan diperdagangkan. Guna menjaga kemassalannya digunakan sejumlah tenaga kerja dengan peralatan, teknik dan cara serta pola kerja tertentu.
Sedangkan, Industrialisasi adalah sistem produksi yang muncul dari pengembangan yang mantap penelitian dan penggunaan pengetahuan ilmiah. Ia dilandasi oleh pembagian tenaga kerja dan spesialisasi, menggunakan alat-alat bantu mekanik, kimiawi, mesin, dan organisasi serta intelektual dalam produksi.
Industrialisasi dalam arti sempit menggambarkan penggunaan secara luas sumber-sumber tenaga non-hayati, dalam rangka produksi barang atau jasa. Meskipun definisi ini terasa sangat membatasi industrialisasi tidak hanya terdapat pada pabrik atau manufaktur, tapi juga bisa meliputi pertanian karena pertanian tidak bisa lepas dari mekanisasi (pemakaian sumber tenaga non-hayati) demikian pula halnya dengan transportasi dan komunikasi.
Industrialisasi merupakan proses peralihan dari satu bentuk masyarakat tertentu, menuju masyarakat industrial modern. Wield (1983:80) mengemukakan tiga jenis definisi untuk memahami industrialisasi antara lain:
1.      Residual, industri berarti semua hal yang bukan pertanian.
2.      Sektoral, yang mengatakan bahwa industri adalah energi, pertambangan, dan usaha manufaktur.
3.      Bersifat mikro dan makro, yaitu sebagai proses produksi, dan yang lebih luas lagi sebagai proses sosial industrialisasi
              Proses industrialisasi bisa dipahami melalui konsep pembangunan, karena arti pembangunan dan industrialisasi seringkali dianggap sama. Konsep pembangunan bersifat dinamik, karena konsep itu bisa berubah menurut lingkupnya. Apabila pembangunan itu dihubungkan pada setiap usaha pembangunan dunia, maka pembangunan akan merupakan usaha pembangunan dunia. Industrialisasi sebagai proses dan pembangunan industri berada pada satu jalur kegiatan, yaitu pada hakekatnya berfungsi meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat. Industrialisasi tidaklah terlepas dari upaya peningkatan mutu sumber daya manusia, dan pemanfaatan sumber daya alam.

2.3     Hubungan Manusia dengan budaya
                 Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia. Oleh karena itu untuk menjadi manusia yang berbudaya, harus memiliki ilmu pengetahuan, tekhnologi, budaya dan industrialisasi serta akhlak yang tinggi (tata nilai budaya) sebagai suatu kesinambungan yang saling bersinergi.
       kebudayaan merupakan sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.


2.3     Hubungan Manusia dengan Industri
  Peran sumber daya manusia dalam menentukan keberhasilan perusahaan tidak dapat diabaikan begitu saja. Sumber daya manusia merupakan sumber keunggulan daya saing yang mampu menghadapi berbagai tantangan.
Sumber daya manusia dapat tetap bertahan karena memiliki kompetensi manajerial, yaitu kemampuan untuk merumuskan visi dan strategi perusahaan atau industry serta kemampuan untuk memperoleh dan mengarahkan sumber daya-sumber daya lain dalam rangka mewujudkan visi dan menerapkan strategi suatu Industri.
Dalam rangka operasional, kompetensi tersebut membuat sumber daya manusia mampu menggali potensi sumber daya-sumber daya lain yang dimiliki perusahaan, mampu mengefektifkan dan mengefisienkan proses produksi di dalam perusahaan serta mampu menghasilkan produk yang memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Kesemuanya ini pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi perusahaan dalam bentuk keuntungan daya saing.
Jiwa entrepreneur ini penting artinya untuk meningkatkan kreativitas,inovasi , keahlian, keterampilan, dan keberanian mengembil risiko seluruh sumber daya manusia perusahaan / industri. Penataan dan pengembangan sdm sektor industri dan perdagangan dapat dilakukan melalui lima pendekatan. Lima pendekatan itu adalah, pertama, sistem pengangkatan (recruitment) yang berbasiskan asesmen atas kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional; kedua, pola pengembangan karir yang berbasis kompetensi dan profesi; ketiga, pelaksanaan hasil evaluasi kinerja, sehingga dapat menerapkan asas penghargaan (reward) dan hukuman (punishment); keempat, penempatan (placement) yang sesuai dengan kompetensinya; kelima, pengembangan dan pemberdayaan sdm melalui pendidikan nonformal, misalnya peningkatan melalui kursus, pelatihan-pelatihan, penataran, seminar, workshop, job training, dan lain-lain.
Lima metoda tersebut sangat menentukan dalam mempersiapkan sdm yang siap pakai sesuai dengan persyaratan organisasi. Integrasi dunia pendidikan formal (persekolahan) dan nonformal (pelatihan), akan menjadi kekuatan besar dalam pengembangan sdm sektor industri dan perdagangan. Oleh karena itu, sejak lama peranan pengembangan sdm, baik melalui pendidikan formal, nonformal, maupun berbagai metoda pendidikan luar sekolah lainnya, sangatlah dibutuhkan.

2.3     Hubungan Industri dengan Budaya
                 Perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyaraka.
                 Pesatnya kemajuan Industri tidak dapat di pungkiri merupakan salah satu efek dari pada kemajuan teknologi. Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan.
                  Dalam kasus yang berbeda, Manusia cenderung bersifat dinamis. Selalu ada perubahan yang terjadi pada diri manusia. Semakin meningkatnya kebutuhan hidup sedangkan  sumber daya alam yang tersedia semakin menipis dan lahan kerja yang tidak memadai, keterbatasan lahan perkotaan untuk migrasi, pemerataan pembangunan dan penghematan biaya produksi menyebabkan munculnya keinginan untuk menciptakan satu hal baru yang dapat meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik dengan mengubah pola hidupnya. Perubahan paling sederhana yang tampak secara spasial adalah alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri dan kawasan perumahan yang tentu berdampak pada beralihnya profesi masyarakat petani ke profesi lain, salah satunya beralih ke sektor Industrri. Hal ini mempunyai pengaruh pada pola hidup, mata pencaharian, perilaku, cara berpikir maupun sosial budaya.
Masyarakat Industri dan kebudayaan memang saling mempengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh tersebut dimungkinkan karena kebudayaan merupakan produk dari masyarakat. Pengaruh yang nantinya akan membuat perubahan umumnya terjadi karena adanya tuntutan situasi sekitar yang berkembang. Sehingga, masyarakat yang awalnya masyarakat pertanian lambat laun berubah menjadi masyarakat industri.
            Perubahan sosial terjadi karena adanya kondisi-kondisi sosial primer, misalnya kondisi ekonomi, teknologi, georafi dan biologi. Kondisi-kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya perubahan pada aspek-aspek kehidupan sosial lainnya.
      





BAB III
PENUTUP

  3.1  Kesimpulan
Manusia, Industri dan kebudayaan memang saling mempengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh tersebut dimungkinkan karena kebudayaan merupakan produk dari masyarakat. Pengaruh yang nantinya akan membuat perubahan umumnya terjadi karena adanya tuntutan situasi sekitar yang dinamis.
Dengan memahami keterkaitan  antara Manusia, Budaya, dan industri, kita sebagai  pemuda Indonesia diharapkan mampu berinovasi khususnya dalam bidang industri yang dapat meningkatkan kualitas kesejahteraan bangsa. Kita ambil contoh kasus seperti : orang Jepang mengembangkan industri yang bisa memaksimalkan keuntungannya dalam memperoleh pengetahuan selain laba; orang Jerman bisa menciptakan tenaga kerja terlatih yang terbaik di dunia dan mencapai standar lingkungan tertinggi; orang Swedia, dengan pengabdian nasionalnya untuk menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi masyarakatnya. Sektor Industri negara tersebut maju karena masyarakatnya sudah memahami komponen manusia, Komponen budaya, dan Komponen Industrialisasi.
            Sehingga dapat diketahui, bahwa antara Manusia, Budaya dan Industri merupakan komponen yang saling berkesinambungan menghasilkan suatu timbal balik yang dapat dirasakan oleh masyarakat, entah dapat membawa ke perubahan yang positif atau sebaliknya, tergantung atas kemauan  atau ketekunan masyarakat , Kebijakan pemerintahan dan masih banyak faktor lainya.



3.2  Saran
            Dengan diselesaikannya makalah ini penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. Selanjutnya penulis juga mengharapkan kritik dan saran kontruktif guna peningkatan kualitas dalam penulisan makalah ini.


Daftar Pustaka
Supriadi, Edwun “Makalah Perkembangan Industri” http://blogedwien.blogspot.co.id/2013/04/makalah-perkembangan-industri-dan.html

 












     







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Supply Chain Management

Pengertian Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan)   Kegiatan utama dalam industri manufaktur adalah mengkonversika...