Kamis, 26 April 2018

Tingginya Angka Pengangguran di Ibukota


            Jakarta adalah kota dengan sejuta harapan. Jutaan orang tinggal di Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia ini untuk mengadu nasib dan memperbaiki hidup.  Lebih dari lima puluh persen penduduk Indonesia ada di Pulau Jawa dan Jakarta yang menjadi pusat dari keramaian tersebut. Padatnya kota Jakarta melatarbelakangi munculnya berbagai masalah yang kompleks, Khususnya pengangguran.

            Penyebab pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas, dan pendapatan masyarakat berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial.
           
            Ketiadaan pendapatan menyebabkan pengangguran harus mengurangi pengeluaran konsumsi nya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan, pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.

            Sebenarnya apa yang dimaksud dengan pengangguran? Apakah hanya mereka yang tidak memiliki pekerjaan dikatakan sebagai pengangguran?. Pertanyaan mendasar itulah yang membuat kita berpikir dua kali. Penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana masyarakat tidak bekerja. Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kurun waktu seminggu sebelum pencacahan dan sedang berusaha mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia sanggup. Menurut Sakernas (Survey Keadaan Angkatan Kerja Nasional), pengangguran didefinisikan sebagai berikut:
1.        Mereka yang sedang mencari pekerjaan dan saat itu tidak bekerja;
2.    Mereka yang mempersiapkan usaha yaitu suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dalam rangka mempersiapkan suatu usaha/pekerjaan yang baru;
3.        Mereka yang tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, disebut dengan penganggur putus asa; dan mereka yang sudah mempunyai pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja.

            Di Jakarta, pengangguran merupakan salah satu masalah yang kompleks. Tingginya angka pengangguran di Jakarta selalu menjadi buah bibir di tingkat nasional. Pasalnya, Jakarta adalah Ibukota Negara Indonesia yang merupakan simbol dari perekonomian di Indonesia. meskipun demikian, Jakarta tetap menjadi pilihan para kaum urban untuk mencari peruntungan di Ibukota. Tentu hal ini berdampak pada meningkatnya angka pengangguran di Jakata. Terbukti dari data yang terdapat pada badan pusat statistik yang menunjukan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi DKI Jakarta pada Februari 2016 sebesar 5,77 persen. Angka ini melebihi persentase pengangguran nasional yang menunjukan hanya 5,50 persen saja. Masalah ini menjadi sangat memprihatinkan karena Jakarta sebagi ibukota Indonesia Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) melebihi angka persentase di tingkat nasional. Jakarta yang merupakan pusat dari pemerintahan dan sekaligus pusat perekonomian Tingkat Pengangguran Terbukanya  melebihi tingkat Nasional.
            Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) DKI Jakarta menurut tingkat pendidikan menunjukkan bahwa sebagian besar TPT bulan Februari 2016 lebih rendah dibandingkan Februari 2015. Pada Februari 2016, hanya pendidikan SMA Kejuruan yang lebih tinggi dibandingkan Februari 2015, sedangkan tingkat pendidikan lain (SD ke bawah, SLTP, SMA Umum, Diploma dan Universitas) lebih rendah.
            Hal ini menunjukan bahwa pendidikan tidak menjamin untuk mendapatkan pekerjaan. Pendidikan di sebagian banyak masyarakat Indonesia bahkan hanya menjadi gengsi semata. Orientasi para pelajar saat ini bukanlah tertuju pada ilmu yang didapatkan, melainkan pada pekerjaan apa yang ia dapat setelah lulus. Tentu ini sangat berbahaya jika mainset para pelajar di Indonesia sangatlah menyimpang. Meskipun tidak dapat dipungkiri lagi, memang pada akhirnya kita harus tetap bekerja untuk menjamin kelangsungan hidup kita.
            Dalam hal ini seharusnya pemerintah dapat mengambil tindakan. Dalam mengentas kemiskinan tidak hanya berbicara tentang pendidikan yang berkualitas. Namun bagaimana pendidikan dapat melahirkan lulusan yang kompetebel, kreatif dan terintegritas. Dan juga pemerintah harus memberdayakan kaum menengah kebawah dengan keahlian-keahlian khusus seperti dalam industri kreatif dalam berwirausaha.
            Dengan demikian, tingginya angka pengangguran di Jakarta yang merupakan pusat perekonomian sekaligus pusat pemerintahan Indonesia selalu menjadi masalah yang tak kunjung usai. Pengangguran terjadi bukan hanya dari faktor kemiskinan. Melainkan faktor kesempatan kerja sampai pendidikan pun turut mempengaruhi. Bahkan banyaknya kaum pendatang yang turut memadati kota Jakarta juga sebagai menyumbang pengangguran yang cuku signifikan. Jakarta seakan menjadi magnet bagi kaum pendatang untuk mencari pekerjaan. Dalam hal ini pemerintah berupaya semaksimal mungkin dalam penurunan angka tingkat pengangguran di Jakarta. Dinamika pun tearjadi pada tingkat pengangguran di Jakarta. Yang pada akhirnya angka pengangguran pun sempat naik turun. Terakhir pada bulan februari tingkat pengangguran di DKI Jakarta menyentuh angka 5,57 persen. Oleh karena itu, pemerintah pun sedang gencar gencarnya membuat program kerja yang berkaitan dengan penurunan tingkat pengangguran di Jakarta.
            Dilihat dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial, pengangguran telah menjadi masalah yang sangat kompleks. Karena itulah, melalui kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak direalisasikan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi. Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran, maka penyebab dari berbagai maslah sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hudup (pekerjaan).

Penyebab terjadinya pengangguran

a. Sempitnya lapangan kerja.
b. Rendahnya pendidikan dan kualitas sumberdaya manusia.
c. Permintaan tenaga kerja yang terbatas.
d. Rendahnya produktivitas.
e. Masih sulitnya arus masuk modal asing.
f. Kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.
g. Kurang efektifnya pemerataan pembangunan

Dampak pengangguran

a. Dampak Pengangguran terhadap Perekonomian suatu Negara :
            Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.
            Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sektor pajak berkurang. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian me-nurun sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar dari masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.

b. Dampak pengangguran terhadap Individu dan Masyarakat
            Tinggi tingkatnya pengangguran dalam sebuah perekonomian akan mengakibatkan kelesuan ekonomi dan merosotnya tingkat kesejahteraan masyarakat sebagai akibat penurunan pendapatan masyarakat. Dampak pengangguran terhadap ekonomi masyarakat meliputi hal-hal berikut ini :

1.       Pendapatan Per Kapita
          Orang yang menganggur berarti tidak memiliki penghasilan sehingga hidupnya akan membebani orang lain yang bekerja. Dampaknya adalah terjadinya penurunan pendapatan per-kapita. Dengan kata lain, bila tingkat pengangguran tinggi maka pendapatan per-kapita akan menurun dan sebaliknya bila tingkat pengangguran rendah pendapatan per-kapita akan meningkat, dengan catatan pendapatan mereka yang masih bekerja tetap. 

2.       Pendapatan Negara
          Orang yang bekerja mendapatkan balas jasa berupa upah/gaji tersebut sebelum sampai ditangan penerima dipotong pajak terlebih dahulu. Pajak ini merupakan salah satu sumber pendapatan negara sehingga bila tidak banyak orang yang bekerja maka pendapatan negara dari pemasukan pajak penghasilan cenderung berkurang.

3.       Beban psikologis
          Semakin lama seseorang menganggur semakin besar beban psikologis yang ditanggungnya. Orang yang memiliki pekerjaan berarti ia memiliki status sosial di tengah-tengah masyarakat. Seseorang yang tidak memiliki pekerjaan dalam jangka lama akan mersa rendah diri karena statusnya yang tidak jelas. 

4.       Angka harapan hidup rendah
          Orang yang menganggur berarti tidak memiliki penghasilan sehingga apabila ia jatuh sakit maka tidak cukup biaya untuk pergi berobat, dan apabila tidak segera ditangani maka akan beruung pada kematian. Maka dari itu, apabila suatu negara memilki angka pengangguran yang cukup tinggi maka dapat dikatakan kualitas kesehatan rendah dan angka harapan hidup negara tersebut rendah.

5.       Meningkatnya angka kriminalitas
          Sulitnya mendapatkan pekerjaaan, kebutuhan hidup yang tinggi dan tidak punya keahlian khusus untuk berwirausaha membuat orang yang menganggur tidak mempunyai pilihan lain dan mengambil jalan pintas dengan cara mencuri.


Solusi-solusi dan Penanganan Masalah Pengangguran
  • Meningkatkan kualitas pendidikan, baik pendidikan menengah maupun pendidikan tinggi dengan disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan yang beriorintasi.
  • Meningkatkan riset-riset yang dapat menghasilkan suatu lapangan kerja. Misalnya riset pengembangan  manufaktur mobil listrik nasional, dan juga riset Industri energi baru terbarukan.
  •  Meningkatkan pembangunan yang menyeluruh dengan sistem padat karya
  • Pemerataan pembangunan infrastruktur di luar pulau jawa sehingga dapat mengudang para investor untuk mendirikan lapangan kerja dan dapat mengurangi arus urbanisasi ke pulau Jawa yang sudah padat penduduk, khususnya Jakarta
  • Membuka kesempatan kerjakeluar negeri disertai dengan pelatihan khusus.
  • Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi informasi kesempatan ( lowongan ) kerja yang kosong dan segera mendirikn industri padat karya diwilayah yang mengalami pengangguran.
  • Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.
  • Memperhatikan, mengembangkan dan merealisasikan potensi daerah masing-masing wilayah indonesia yang berbeda antara satu dengan yang lain. Dalam hal ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus saling besinergi.
  • Melakukan pembenahan, pembangunan dan pengembangan kawasan-kawasan, khususnya daerah yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. hal Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam, maupun sumber daya manusia. 
  • Menyederhanakan perizinan dan peningkatan keamanan karena terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanaman Modal Dalam Negeri. Hal itu perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan iklim investasi yang kondusif untuk menciptakan lapangan kerja
  • Mengembangkan sektor pariwisata dan kebudayaan indonesia (khususnya daerah-daerah yang belum tergali potensinya) dengan melakukan promosi-promosi berbagai negara untuk menarik berbagai negara untuk menarik para wiasatawan asing, mengundang para investor untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan yang nantinya akan banyak menyerap tenaga kerja daerah setempat.
  • Dengan memperlambat laju pertumbuhan penduduk yang diharapkan dapat menekan laju pertumbuhan sisi angkatan kerja baru atau melancarkan sistem transmigrasi dengan mengalokasikan penduduk padat kedaerah yang jarang penduduk dengan di fasilitasi sektor pertanian, perkebunan atau peternakan oleh pemerintah.
  • Mengembangkan potensi kelautan dan pertanian. Karena indonesia mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulau-pulau yang sangat potensial sebagai negara maritim dan agraris. Potensi kelautan dan pertanian Indonesia perlu dikelola secara baik dan profesional supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif. 
  • Pemerintah memberikan bantuan pengetahuan dan skill jiwa kewirausahaan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berupa bimbingan teknis dan managemen memberikan bantuan modal, perluasan pasar, serta pemberian fasilitas khusus agar dapat tumbuh secara mandiri dan handal bersaing dalam pasar.

·         Hal diatas harus ditangani dengam serius dan diwujudkan dengan kerja nyata baik Pemerintah maupun Masyarakat.



Daftar Pustaka
Id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran diambil pada tgl 10 April 2018
Nurrokhim.wordpress.com/2011/11/30/analisis-pengguran-di-indonesi/ diambil pada tgl 10 April 2018
Berita Resmi Statistik Provinsi DKI Jakarta No. 23/05/31/Th XVI, 5 Mei 2014


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Supply Chain Management

Pengertian Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan)   Kegiatan utama dalam industri manufaktur adalah mengkonversika...