Jakarta adalah kota dengan sejuta
harapan. Jutaan orang tinggal di Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia ini
untuk mengadu nasib dan memperbaiki hidup.
Lebih dari lima puluh persen penduduk Indonesia ada di Pulau Jawa dan
Jakarta yang menjadi pusat dari keramaian tersebut. Padatnya kota Jakarta
melatarbelakangi munculnya berbagai masalah yang kompleks, Khususnya
pengangguran.
Penyebab
pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding
dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran
seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya
pengangguran, produktivitas, dan pendapatan masyarakat berkurang sehingga dapat
menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial.
Ketiadaan
pendapatan menyebabkan pengangguran harus mengurangi pengeluaran konsumsi nya
yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan, pengangguran
yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap
penganggur dan keluarganya.
Sebenarnya
apa yang dimaksud dengan pengangguran? Apakah hanya mereka yang tidak memiliki
pekerjaan dikatakan sebagai pengangguran?. Pertanyaan mendasar itulah yang membuat
kita berpikir dua kali. Penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana
masyarakat tidak bekerja. Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai
pekerjaan dalam kurun waktu seminggu sebelum pencacahan dan sedang berusaha
mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan
terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena
beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia
sanggup. Menurut Sakernas (Survey Keadaan Angkatan Kerja Nasional),
pengangguran didefinisikan sebagai berikut:
1.
Mereka yang sedang mencari pekerjaan
dan saat itu tidak bekerja;
2. Mereka yang mempersiapkan usaha
yaitu suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dalam rangka mempersiapkan suatu
usaha/pekerjaan yang baru;
3.
Mereka yang tidak mencari pekerjaan,
karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, disebut dengan penganggur
putus asa; dan mereka yang sudah mempunyai pekerjaan, tetapi belum mulai
bekerja.
Di Jakarta,
pengangguran merupakan salah satu masalah yang kompleks. Tingginya angka
pengangguran di Jakarta selalu menjadi buah bibir di tingkat nasional.
Pasalnya, Jakarta adalah Ibukota Negara Indonesia yang merupakan simbol dari
perekonomian di Indonesia. meskipun demikian, Jakarta tetap menjadi pilihan
para kaum urban untuk mencari peruntungan di Ibukota. Tentu hal ini berdampak
pada meningkatnya angka pengangguran di Jakata. Terbukti dari data yang
terdapat pada badan pusat statistik yang menunjukan bahwa Tingkat Pengangguran
Terbuka (TPT) di Provinsi DKI Jakarta pada Februari 2016 sebesar 5,77 persen.
Angka ini melebihi persentase pengangguran nasional yang menunjukan hanya 5,50
persen saja. Masalah ini menjadi sangat memprihatinkan karena Jakarta sebagi
ibukota Indonesia Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) melebihi angka persentase
di tingkat nasional. Jakarta yang merupakan pusat dari pemerintahan dan
sekaligus pusat perekonomian Tingkat Pengangguran Terbukanya melebihi tingkat Nasional.
Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT) DKI Jakarta menurut tingkat pendidikan menunjukkan
bahwa sebagian besar TPT bulan Februari 2016 lebih rendah dibandingkan Februari
2015. Pada Februari 2016, hanya pendidikan SMA Kejuruan yang lebih tinggi
dibandingkan Februari 2015, sedangkan tingkat pendidikan lain (SD ke bawah,
SLTP, SMA Umum, Diploma dan Universitas) lebih rendah.
Hal ini
menunjukan bahwa pendidikan tidak menjamin untuk mendapatkan pekerjaan.
Pendidikan di sebagian banyak masyarakat Indonesia bahkan hanya menjadi gengsi
semata. Orientasi para pelajar saat ini bukanlah tertuju pada ilmu yang
didapatkan, melainkan pada pekerjaan apa yang ia dapat setelah lulus. Tentu ini
sangat berbahaya jika mainset para pelajar di Indonesia sangatlah menyimpang.
Meskipun tidak dapat dipungkiri lagi, memang pada akhirnya kita harus tetap
bekerja untuk menjamin kelangsungan hidup kita.
Dalam hal
ini seharusnya pemerintah dapat mengambil tindakan. Dalam mengentas kemiskinan
tidak hanya berbicara tentang pendidikan yang berkualitas. Namun bagaimana
pendidikan dapat melahirkan lulusan yang kompetebel, kreatif dan terintegritas.
Dan juga pemerintah harus memberdayakan kaum menengah kebawah dengan keahlian-keahlian
khusus seperti dalam industri kreatif dalam berwirausaha.
Dengan
demikian, tingginya angka pengangguran di Jakarta yang merupakan pusat
perekonomian sekaligus pusat pemerintahan Indonesia selalu menjadi masalah yang
tak kunjung usai. Pengangguran terjadi bukan hanya dari faktor kemiskinan.
Melainkan faktor kesempatan kerja sampai pendidikan pun turut mempengaruhi.
Bahkan banyaknya kaum pendatang yang turut memadati kota Jakarta juga sebagai menyumbang
pengangguran yang cuku signifikan. Jakarta seakan menjadi magnet bagi kaum
pendatang untuk mencari pekerjaan. Dalam hal ini pemerintah berupaya semaksimal
mungkin dalam penurunan angka tingkat pengangguran di Jakarta. Dinamika pun
tearjadi pada tingkat pengangguran di Jakarta. Yang pada akhirnya angka
pengangguran pun sempat naik turun. Terakhir pada bulan februari tingkat
pengangguran di DKI Jakarta menyentuh angka 5,57 persen. Oleh karena itu,
pemerintah pun sedang gencar gencarnya membuat program kerja yang berkaitan
dengan penurunan tingkat pengangguran di Jakarta.
Dilihat
dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial, pengangguran telah
menjadi masalah yang sangat kompleks. Karena itulah, melalui
kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak
direalisasikan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi. Dengan
kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran, maka penyebab dari
berbagai maslah sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi.
Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar
dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan
sumber hudup (pekerjaan).
Penyebab terjadinya pengangguran
a. Sempitnya lapangan kerja.
b. Rendahnya pendidikan dan kualitas sumberdaya manusia.
c. Permintaan tenaga kerja yang terbatas.
d. Rendahnya produktivitas.
e. Masih sulitnya arus masuk modal asing.
f. Kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari
kerja.
g. Kurang efektifnya pemerataan pembangunan
Dampak pengangguran
a. Dampak Pengangguran terhadap
Perekonomian suatu Negara :
Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat
memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena
pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai
masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang
seharusnya). Oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan
lebih rendah.
Pengangguran akan menyebabkan
pendapatan nasional yang berasal dari sektor pajak berkurang. Hal ini terjadi
karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian me-nurun
sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang
harus dibayar dari masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun,
dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan
pembangunan pun akan terus menurun.
b. Dampak pengangguran terhadap
Individu dan Masyarakat
Tinggi
tingkatnya pengangguran dalam sebuah perekonomian akan mengakibatkan kelesuan
ekonomi dan merosotnya tingkat kesejahteraan masyarakat sebagai akibat
penurunan pendapatan masyarakat. Dampak pengangguran terhadap ekonomi
masyarakat meliputi hal-hal berikut ini :
1.
Pendapatan Per Kapita
Orang yang menganggur berarti tidak memiliki penghasilan
sehingga hidupnya akan membebani orang lain yang bekerja. Dampaknya adalah
terjadinya penurunan pendapatan per-kapita. Dengan kata lain, bila tingkat
pengangguran tinggi maka pendapatan per-kapita akan menurun dan sebaliknya bila
tingkat pengangguran rendah pendapatan per-kapita akan meningkat, dengan
catatan pendapatan mereka yang masih bekerja tetap.
2. Pendapatan
Negara
Orang yang bekerja mendapatkan balas
jasa berupa upah/gaji tersebut sebelum sampai ditangan penerima dipotong pajak
terlebih dahulu. Pajak ini merupakan salah satu sumber pendapatan negara
sehingga bila tidak banyak orang yang bekerja maka pendapatan negara dari
pemasukan pajak penghasilan cenderung berkurang.
3. Beban
psikologis
Semakin lama seseorang menganggur
semakin besar beban psikologis yang ditanggungnya. Orang yang memiliki
pekerjaan berarti ia memiliki status sosial di tengah-tengah masyarakat.
Seseorang yang tidak memiliki pekerjaan dalam jangka lama akan mersa rendah
diri karena statusnya yang tidak jelas.
4. Angka harapan hidup rendah
Orang yang menganggur berarti tidak
memiliki penghasilan sehingga apabila ia jatuh sakit maka tidak cukup biaya
untuk pergi berobat, dan apabila tidak segera ditangani maka akan beruung pada
kematian. Maka dari itu, apabila suatu negara memilki angka pengangguran yang
cukup tinggi maka dapat dikatakan kualitas kesehatan rendah dan angka harapan hidup
negara tersebut rendah.
5. Meningkatnya angka kriminalitas
Sulitnya mendapatkan pekerjaaan,
kebutuhan hidup yang tinggi dan tidak punya keahlian khusus untuk berwirausaha
membuat orang yang menganggur tidak mempunyai pilihan lain dan mengambil jalan
pintas dengan cara mencuri.
Solusi-solusi dan Penanganan Masalah
Pengangguran
- Meningkatkan kualitas pendidikan, baik pendidikan menengah maupun pendidikan tinggi dengan disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan yang beriorintasi.
- Meningkatkan riset-riset yang dapat menghasilkan suatu lapangan kerja. Misalnya riset pengembangan manufaktur mobil listrik nasional, dan juga riset Industri energi baru terbarukan.
- Meningkatkan pembangunan yang menyeluruh dengan sistem padat karya
- Pemerataan pembangunan infrastruktur di luar pulau jawa sehingga dapat mengudang para investor untuk mendirikan lapangan kerja dan dapat mengurangi arus urbanisasi ke pulau Jawa yang sudah padat penduduk, khususnya Jakarta
- Membuka kesempatan kerjakeluar negeri disertai dengan pelatihan khusus.
- Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi informasi kesempatan ( lowongan ) kerja yang kosong dan segera mendirikn industri padat karya diwilayah yang mengalami pengangguran.
- Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.
- Memperhatikan, mengembangkan dan merealisasikan potensi daerah masing-masing wilayah indonesia yang berbeda antara satu dengan yang lain. Dalam hal ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus saling besinergi.
- Melakukan pembenahan, pembangunan dan pengembangan kawasan-kawasan, khususnya daerah yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. hal Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam, maupun sumber daya manusia.
- Menyederhanakan perizinan dan peningkatan keamanan karena terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanaman Modal Dalam Negeri. Hal itu perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan iklim investasi yang kondusif untuk menciptakan lapangan kerja
- Mengembangkan sektor pariwisata dan kebudayaan indonesia (khususnya daerah-daerah yang belum tergali potensinya) dengan melakukan promosi-promosi berbagai negara untuk menarik berbagai negara untuk menarik para wiasatawan asing, mengundang para investor untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan yang nantinya akan banyak menyerap tenaga kerja daerah setempat.
- Dengan memperlambat laju pertumbuhan penduduk yang diharapkan dapat menekan laju pertumbuhan sisi angkatan kerja baru atau melancarkan sistem transmigrasi dengan mengalokasikan penduduk padat kedaerah yang jarang penduduk dengan di fasilitasi sektor pertanian, perkebunan atau peternakan oleh pemerintah.
- Mengembangkan potensi kelautan dan pertanian. Karena indonesia mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulau-pulau yang sangat potensial sebagai negara maritim dan agraris. Potensi kelautan dan pertanian Indonesia perlu dikelola secara baik dan profesional supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif.
- Pemerintah memberikan bantuan pengetahuan dan skill jiwa kewirausahaan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berupa bimbingan teknis dan managemen memberikan bantuan modal, perluasan pasar, serta pemberian fasilitas khusus agar dapat tumbuh secara mandiri dan handal bersaing dalam pasar.
·
Hal diatas harus ditangani dengam serius
dan diwujudkan dengan kerja nyata baik Pemerintah maupun Masyarakat.
Daftar Pustaka
Id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran
diambil pada tgl 10 April 2018
Nurrokhim.wordpress.com/2011/11/30/analisis-pengguran-di-indonesi/
diambil pada tgl 10 April 2018
Berita Resmi Statistik Provinsi DKI Jakarta No. 23/05/31/Th
XVI, 5 Mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar