Minggu, 22 Oktober 2017

Revolusi Budaya Kerja Sebagai Bentuk Penguatan Industri Nasional

Perkembangan Industri Nasional

         Perkembangan Industri Nasional saat ini berlangsung sangat pesat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Industrialisasi merupakan suatu proses perubahan sosial ekonomi yang merubah sistem pencaharian masyarakat agraris menjadi masyarakat Industri. Industrialisasi dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana masyarakat berfokus pada ekonomi yang meliputi pekerjaan yang semakin beragam (spesialisasi), gaji, dan penghasilan yang semakin tinggi. Industrialisasi merupakan bagian dari proses modernisasi dimana perubahan sosial dan perkembangan ekonomi erat hubungannya dengan inovasi teknologi.         
         Jika kita melihat masa lampau, keadaan Industri nasional selama tahun 1950-1960 tidak menunjukan hasil yang menggembirakan karena iklim politik tidak menentu. Kebijakan perindustrian pada tahun 1960-an mencerminkan sifat proteksionalisme dan etatisme yang mengakibatkan kemacetan produksi. Sehingga produksi pada sektor industri praktis tidak berkembang(stagnasi). Selain itu faktor sumberdaya manusia yang kurang memadai dan iklim investor yang rendah menjadi penyebabnya.
      Perkembangan sektor Industri mengalami kemajuan cukup signifikan pada masa pembangunan jangka panjang (PJP) 1, hal ini dapat dilihat dari jumlah lapangan pekerjaan, tenaga kerja yang terserap, nilai keluaran yang dihasilkan, sumbangan devisa dan kontribusi pembentukan PDB, serta pertumbuhannya sampai terjadimya krisis ekonomi 1998 di Indonesia.
           Memiliki wilayah yang sangat luas dan sumberdaya alam yang melimpah menjadikan bangsa Indonesia memiliki potensi industri yang sangat menjanjikan. Mulai dari Industri Manufaktur, Industri Minyak dan Gas, Industri Kreatif, Industri Pariwisata ,Industri textile dan masih banyak lainya. Dari berbagai potensi yang ada, seharusnya Indonesia mampu menyandang gelar sebagai negara maju yang berdaulat, namun nyatanya, diusia kemerdekaan yang ke 72, Indonesia belum dapat dikatakan sebagai negara yang maju. Salah satu ciri dari negara maju adalah sektor industri yang mencapai total 30 persen dari keseluruhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang ada. Angka tersebut belum dapat dicapai karena belum adanya pengelolaan sektor industri yang fokus dan terarah. Hal ini terjadi karena Indonesia belum memiliki sumberdaya manusia yang mempuni.
Perkembangan sektor industri nasional saat ini menjadi fokus pemerintah. Salah satu aksi nyata dari pemerintah yaitu mempermudah akses perizinan kepada investor dengan memangkas sejumlah peraturan sehingga iklim investasi di Indonesia mengalami peningkatan. Selain itu, pemerintah juga gencar melakukan pembangunan infrastruktur demi perkembangan industri yang menyeluruh di berbagai wilayah Indonesia. Demi tercapainya perkembangan yang berkesinambungan di sektor Industri, kita sebagai Warga Negara Indonesia perlu merubah budaya kerja dan mental menjadi lebih baik.

            A. Pengertian Budaya dan kebudayaan
        Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang (menurut Soerjanto Poespowardojo 1993). Menurut The American Herritage Dictionary mengartikan kebudayaan adalah sebagai suatu keseluruhan dari pola perilaku yang dikirimkan melalui kehidupan sosial, seni, agama, kelembagaan, dan semua hasil kerja dan pemikiran manusia dari suatu kelompok manusia. Menurut Koentjaraningrat budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusia dengan cara belajar.Menurut Selo Soemardjan, dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
   Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan, dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari.
      Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang saling berkesinambungan untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang.

B. Pengertian Kerja
      Kerja merupakan hal yang penting dalam kehidupan individu karena beberapa alasan. Pertama, adanya pertukaran atau timbal balik dalam kerja. Ini dapat berupa reward. Secara ekstrinsik, reward seperti uang. Secara intrinsik, reward seperti kepuasan dalam melayani. Kedua, keija biasanya memberikan beberapa fungsi sosial. Perusahaan sebagai tempat kerja, memberikan kesempatan untuk bertemu orang-orang baru dan mengembangkan persahabatan. Ketiga, pekeijaan seseorang seringkali menjadi status dalam masyarakat luas, namun kerja juga dapat menjadi sumber perbedaan sosial maupun integrasi sosial. Keempat, adanya nilai keija bagi individu yang secara psikologis dapat menjadi sumber identitas, harga diri dan aktualisasi diri(Steers dan Porter,1983)
        Sehingga dapat ditarik kesimpulan, Kerja adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan suatu individu untuk mencapai tujuan tertentu, seperti mendapatkan imbalan berupa uang atau barang. Atau meraih suatu keberhasilan

C. Budaya kerja
      Budaya Kerja adalah suatu falsafah dengan didasari pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok dan tercermin dalam sikap menjadi perilaku, cita-cita, pendapat, pandangan serta tindakan yang terwujud sebagai kerja(Drs. Gering Supriyadi,MM dan Drs. Tri Guno, LLM ).
        Dapat disimpulkan, Budaya kerja adalah suatu kebiasaan setiap individu atau kelompok yang dilakukan secara konsisten untuk mencapai tujuan tertentu. Budaya kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku sumberdaya manusia agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang.
     Ada lima nilai budaya kerja yang harus ditanamkan setiap individu untuk melaksanakan pengembangan  Industri Nasional, antara lain:
1.    Integritas
bertindak dengan baik dan benar serta memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral yang berlaku.
2.    Profesional
Bekerja dengan totalitas dan akurat berdasarkan standar tertentu dan mempunyai keahlian yang bisa didapatkan dari pendidikan formal maupun nonformal.
3.    Produktifitas
Berkerja secara optimal secara efektif dan efisien.
4.    Kompetitif
Memiliki daya saing dan etos kerja yang tinggi agar mampu bersaing dengan negara lainnya.
5.    Inovatif
Mampu menggunakan kemampuan dan keahlian untuk menghasilkan karya atau proyek baru.

Lima nilai budaya tersebut harus dimiliki setiap individu dan lakukan secara konsisten demi terciptanya industri nasional yang kuat. Bukan hal yang mudah untuk menanamkan nilai-nilai budaya kerja tersebut. Diperlukan keseriusan yang mantap antara pemerintah dan warga negaranya untuk menciptakan sumberdaya manusia yang unggul. Agar lima nilai budaya kerja tersebut dapat terealisasi antara lain :
1. Perbaikan sistem pendidikan yang baik dan bermutu sesuai kebutuhan zaman
2. Pembinaan dan pengembangan masyarakat, Khususnya pada generasi muda.
3. Penguatan peran agama dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
4. Penguatan pendidikan karakter.
5. Semangat kebersamaan dan gotong royong.
6. Keamanan dalam bersosialisasi


Apabila hal tersebut telah terpenuhi, maka untuk menciptakan sumberdaya manusia yang unggul akan mudah dilaksanakan. Dengan adanya sumberdaya manusia yang unggul maka untuk tercapainya penguatan Industri Nasional optimis terealisasikan, dan cita-cita bangsa Indonesia menyadang gelar sebagai negara maju yang berdaulat tidak hanya mimpi belaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Supply Chain Management

Pengertian Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan)   Kegiatan utama dalam industri manufaktur adalah mengkonversika...