Korelasi antara Manusia, Budaya dan Industri
|
Ilmu
Budaya Dasar
|
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Industri adalah kegiatan ekonomi
yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi
menjadi barang yang bermutu tinggi dalam penggunaannya, termasuk kegiatan
rancang bangun dan perekayasaan industri. Dengan demikian, industri merupakan
bagian dari proses produksi. Bahan-bahan industri diambil secara langsung
maupun tidak langsung, kemudian diolah, sehingga menghasilkan barang yang
bernilai lebih bagi manusia. Kegiatan proses produksi dalam industri itu
disebut dengan perindustrian. Dari definisi tersebut, istilah industri sering
disebut sebagai kegiatan manufaktur. Padahal, pengertian industri sangatlah
luas, yaitu menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang
sifatnya produktif dan komersial. Karena merupakan kegiatan ekonomi yang luas
maka jumlah dan macam industri berbeda-beda untuk tiap negara atau daerah
tergantung pada pola budaya setempat.
Pesatnya
kemajuan industri tidak dapat di pungkiri merupakan salah satu efek dari pada
kemajuan teknologi. Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan.
Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta
memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara
manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa
keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.
Aktifitas
manusia yang dinamik dan cenderung berkembang tanpa batas sangat mempengaruhi
keadaan lingkungan hidup serta kebudayaan yang dianut sajak lama. Industri yang
mengalami laju pertumbuhan relatif cepat merupakan bagian dari teknologi.
Potensi industri telah memberikan sumbangan bagi perekonomian Indonesia melalui
barang produk dan jasa yang dihasilkan, namun di sisi lain pertumbuhan industri
telah merubah pola budaya masyarakat.
Teknologi secara umum berarti keseluruhan peralatan dan prosedur
yang terus mengalami penyempurnaan, baik di lihat dari segi pencapaian tujuan
maupun proses pelaksanaannya. Teknologi sebagai hasil budaya dari manusia dalam
beradaptasi dengan alam sesuai dengan maksud dan tujuan manusia penggunanya.
Alhasil teknologi adalah ide-ide manusia dalam mempermudah aktifitas pencapaian
tujuan.
Pesatnya
kemajuan teknologi yang dihasilkan dari hasil budaya manusia, membuat penulis
ingit memahami lebih dalam sejauh mana korelasi antara manusia, budaya dan
Industri saat ini. Dengan memahami korelasi tersebut, kita sebagai generasi
muda dapat berinovasi khususnya dalam konteks Industrialisasi guna mewujudkan
penguatan Industri nasional.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
1.2.1 Bagaimana hubungan antara Manusia dengan Budaya ?
1.2.2 Bagaimana hubungan antara Manusia dengan Industri?
1.2.3 Bagaimana hubungan antara Budaya dengan Industri?
1.3 TUJUAN PENULISAN
1.3.1 Memahami hubungan antara Manusia, Budaya, dan Industri saat ini.
1.3.2 Mengembangkan ide-ide baru dalam konteks Industrialisasi untuk
masa yang akan datang
1.3.3 Memahami Irisan-Irisan antara Manusia, Budaya, dan Industri.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin),
yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu
menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep
atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus)
atau seorang individu.
Manusia adalah
mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material
dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia
sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia menurut
beberapa ahli:
a. NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
Manusia
adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan
rohani merupakan satu barang.
b. ABINENO J. I
Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan
bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus
dalam tubuh yang fana”.
c. UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.
d. SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
e. I
WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan
trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.
e. OMAR
MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
adalah ciptaan Tuhan yang paling
sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain.
d. PAULA J. C & JANET W. K
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.
Manusia
merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai khalifah dibumi dengan dibekali
akal pikiran untuk berkarya dimuka bumi. Manusia memiliki perbedaan baik secara
biologis maupun rohani. Secara biologis umumnya manusia dibedakan secara fisik
sedangkan secara rohani manusia dibedakan berdasarkan kepercayaannya atau agama
yang dianutnya. Kehidupan manusia sendiri sangatlah komplek, begitu pula
hubungan yang terjadi pada manusia sangatlah luas.
2.2 Definisi
Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk
jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal
yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari
kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa
diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga
kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang
berarti cipta, karsa, dan rasa. Definisi budaya dalam pandangan ahli
antropologi sangat berbeda dengan pandangan ahli berbagai ilmu sosial lain.
Ahli-ahli antropologi merumuskan definisi budaya sebagai berikut:
a. E.B. Taylor
Berpendapat bahwa budaya
adalah: Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni,
kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan
dan kebiasaan lainnya yang dipelajari
manusia sebagai anggota masyarakat.
b. Linton
Mengartikan budaya dengan:Keseluruhan
dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang
merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu
c. Kluckhohn dan Kelly
berpendapat bahwa budaya
adalah: Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit,
rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu, sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia
d. Koentjaraningrat
mengatikan budaya
dengan: Keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka
kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Dari berbagai definisi
tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang
akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah
benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa
perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku,
bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.
2.2 Definisi
Industri dan Industrialisasi
Menurut schneider (1993) industri
merupakn jaringan yang helainya menjangkau hampir setiap aspek masyarakat,
kebudayaan, dan kepribadian. Industri juga merupakan sebuah faktor penting dalam
membentuk masalah-masalah sosial yang kompleks.
Kuwartojo dalam Setyawati (2002)
mendefenisikan industri sebagai kegiatan untuk menghasilkan barang-barang
secara massal, dengan mutu yang bagus untuk kemudian dijual dan diperdagangkan.
Guna menjaga kemassalannya digunakan sejumlah tenaga kerja dengan peralatan,
teknik dan cara serta pola kerja tertentu.
Sedangkan, Industrialisasi adalah
sistem produksi yang muncul dari pengembangan yang mantap penelitian dan
penggunaan pengetahuan ilmiah. Ia dilandasi oleh pembagian tenaga kerja dan
spesialisasi, menggunakan alat-alat bantu mekanik, kimiawi, mesin, dan
organisasi serta intelektual dalam produksi.
Industrialisasi dalam arti sempit
menggambarkan penggunaan secara luas sumber-sumber tenaga non-hayati, dalam
rangka produksi barang atau jasa. Meskipun definisi ini terasa sangat membatasi
industrialisasi tidak hanya terdapat pada pabrik atau manufaktur, tapi juga
bisa meliputi pertanian karena pertanian tidak bisa lepas dari mekanisasi
(pemakaian sumber tenaga non-hayati) demikian pula halnya dengan transportasi
dan komunikasi.
Industrialisasi merupakan proses
peralihan dari satu bentuk masyarakat tertentu, menuju masyarakat industrial
modern. Wield (1983:80) mengemukakan tiga jenis definisi untuk memahami
industrialisasi antara lain:
1. Residual, industri berarti semua hal
yang bukan pertanian.
2. Sektoral, yang mengatakan bahwa
industri adalah energi, pertambangan, dan usaha manufaktur.
3. Bersifat mikro dan makro, yaitu
sebagai proses produksi, dan yang lebih luas lagi sebagai proses sosial
industrialisasi
Proses industrialisasi bisa dipahami
melalui konsep pembangunan, karena arti pembangunan dan industrialisasi
seringkali dianggap sama. Konsep pembangunan bersifat dinamik, karena konsep
itu bisa berubah menurut lingkupnya. Apabila pembangunan itu dihubungkan pada
setiap usaha pembangunan dunia, maka pembangunan akan merupakan usaha
pembangunan dunia. Industrialisasi sebagai proses dan pembangunan industri
berada pada satu jalur kegiatan, yaitu pada hakekatnya berfungsi meningkatkan
kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat. Industrialisasi tidaklah terlepas dari
upaya peningkatan mutu sumber daya manusia, dan pemanfaatan sumber daya alam.
2.3 Hubungan
Manusia dengan budaya
Secara sederhana hubungan
antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan
kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia. Manusia menciptakan
kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup
manusia. Oleh karena itu untuk menjadi manusia yang berbudaya, harus memiliki
ilmu pengetahuan, tekhnologi, budaya dan industrialisasi serta akhlak yang
tinggi (tata nilai budaya) sebagai suatu kesinambungan yang saling bersinergi.
kebudayaan
merupakan sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem
ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan
adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya,
berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola
perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan
lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan
kehidupan bermasyarakat.
2.3 Hubungan
Manusia dengan Industri
Peran sumber daya manusia dalam menentukan
keberhasilan perusahaan tidak dapat diabaikan begitu saja. Sumber daya
manusia merupakan sumber keunggulan daya saing yang mampu menghadapi berbagai
tantangan.
Sumber daya manusia dapat tetap bertahan
karena memiliki kompetensi manajerial, yaitu kemampuan untuk merumuskan visi
dan strategi perusahaan atau industry serta kemampuan untuk memperoleh dan
mengarahkan sumber daya-sumber daya lain dalam rangka mewujudkan visi dan
menerapkan strategi suatu Industri.
Dalam rangka operasional, kompetensi tersebut
membuat sumber daya manusia mampu menggali potensi sumber daya-sumber daya lain
yang dimiliki perusahaan, mampu mengefektifkan dan mengefisienkan proses
produksi di dalam perusahaan serta mampu menghasilkan produk yang memuaskan
kebutuhan dan keinginan konsumen. Kesemuanya ini pada akhirnya memberikan nilai
tambah bagi perusahaan dalam bentuk keuntungan daya saing.
Jiwa
entrepreneur ini penting artinya untuk meningkatkan kreativitas,inovasi
, keahlian, keterampilan,
dan keberanian mengembil risiko seluruh sumber daya manusia perusahaan /
industri. Penataan dan pengembangan sdm sektor industri
dan perdagangan dapat dilakukan melalui lima pendekatan. Lima pendekatan itu
adalah, pertama, sistem pengangkatan (recruitment) yang berbasiskan
asesmen atas kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional; kedua,
pola pengembangan karir yang berbasis kompetensi dan profesi; ketiga,
pelaksanaan hasil evaluasi kinerja, sehingga dapat menerapkan asas penghargaan
(reward) dan hukuman (punishment); keempat, penempatan (placement)
yang sesuai dengan kompetensinya; kelima, pengembangan dan
pemberdayaan sdm melalui pendidikan nonformal, misalnya peningkatan melalui
kursus, pelatihan-pelatihan, penataran, seminar, workshop, job training, dan
lain-lain.
Lima metoda tersebut sangat menentukan dalam
mempersiapkan sdm yang siap pakai sesuai dengan persyaratan organisasi.
Integrasi dunia pendidikan formal (persekolahan) dan nonformal (pelatihan),
akan menjadi kekuatan besar dalam pengembangan sdm sektor industri dan
perdagangan. Oleh karena itu, sejak lama peranan pengembangan sdm, baik melalui
pendidikan formal, nonformal, maupun berbagai metoda pendidikan luar sekolah
lainnya, sangatlah dibutuhkan.
2.3 Hubungan
Industri dengan Budaya
Perwujudan kebudayaan adalah
benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa
perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku,
bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyaraka.
Pesatnya
kemajuan Industri tidak dapat di pungkiri merupakan salah satu efek dari pada
kemajuan teknologi. Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan.
Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta
memelihara segala peralatan dan perlengkapan.
Dalam
kasus yang berbeda, Manusia cenderung bersifat dinamis. Selalu ada perubahan
yang terjadi pada diri manusia. Semakin meningkatnya kebutuhan hidup sedangkan
sumber daya alam yang tersedia
semakin menipis dan lahan kerja yang tidak memadai, keterbatasan lahan
perkotaan untuk migrasi, pemerataan pembangunan dan penghematan biaya produksi
menyebabkan munculnya keinginan untuk menciptakan satu hal baru yang dapat
meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik dengan mengubah pola hidupnya.
Perubahan paling sederhana yang tampak secara spasial adalah alih fungsi lahan
pertanian menjadi kawasan industri dan kawasan perumahan yang tentu berdampak
pada beralihnya profesi masyarakat petani ke profesi lain, salah satunya beralih ke sektor
Industrri. Hal ini mempunyai pengaruh pada pola hidup, mata
pencaharian, perilaku, cara berpikir maupun sosial budaya.
Masyarakat Industri dan kebudayaan
memang saling mempengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pengaruh tersebut dimungkinkan karena kebudayaan merupakan produk dari
masyarakat. Pengaruh yang nantinya akan membuat perubahan umumnya terjadi
karena adanya tuntutan situasi sekitar yang berkembang. Sehingga, masyarakat
yang awalnya masyarakat pertanian lambat laun berubah menjadi masyarakat
industri.
Perubahan sosial terjadi karena adanya kondisi-kondisi sosial primer, misalnya
kondisi ekonomi, teknologi, georafi dan biologi. Kondisi-kondisi inilah yang
menyebabkan terjadinya perubahan pada aspek-aspek kehidupan sosial lainnya.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Manusia, Industri dan kebudayaan
memang saling mempengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pengaruh tersebut dimungkinkan karena kebudayaan merupakan produk dari
masyarakat. Pengaruh yang nantinya akan membuat perubahan umumnya terjadi
karena adanya tuntutan situasi sekitar yang dinamis.
Dengan memahami keterkaitan antara Manusia, Budaya, dan industri, kita
sebagai pemuda Indonesia diharapkan
mampu berinovasi khususnya dalam bidang industri yang dapat meningkatkan
kualitas kesejahteraan bangsa. Kita ambil contoh kasus seperti : orang Jepang mengembangkan industri yang bisa
memaksimalkan keuntungannya dalam memperoleh pengetahuan selain laba; orang
Jerman bisa menciptakan tenaga kerja terlatih yang terbaik di dunia dan
mencapai standar lingkungan tertinggi; orang Swedia, dengan pengabdian
nasionalnya untuk menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi masyarakatnya. Sektor
Industri negara tersebut maju karena masyarakatnya sudah memahami komponen
manusia, Komponen budaya, dan Komponen Industrialisasi.
Sehingga
dapat diketahui, bahwa antara Manusia, Budaya dan Industri merupakan komponen
yang saling berkesinambungan menghasilkan suatu timbal balik yang dapat
dirasakan oleh masyarakat, entah dapat membawa ke perubahan yang positif atau sebaliknya,
tergantung atas kemauan atau ketekunan
masyarakat , Kebijakan pemerintahan dan masih banyak faktor lainya.
3.2 Saran
Dengan diselesaikannya makalah ini penulis berharap
makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. Selanjutnya penulis
juga mengharapkan kritik dan saran kontruktif guna peningkatan kualitas dalam
penulisan makalah ini.
Daftar Pustaka
Septian,
Raha “Makalah Perkembengan Industri Terhadap pendapatan nasional” http://www.academia.edu/6194299/MAKALAH_PERKEMBANGAN_INDUSTRI_DI_ERA_GLOBALISASI_EKONOMI_DUNIA_TERHADAP_PENDAPATAN_NASIONAL_INDONESIA
Supriadi,
Edwun “Makalah Perkembangan Industri” http://blogedwien.blogspot.co.id/2013/04/makalah-perkembangan-industri-dan.html